{"id":127,"date":"2025-02-19T13:04:42","date_gmt":"2025-02-19T06:04:42","guid":{"rendered":"https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/?p=127"},"modified":"2025-02-19T13:17:16","modified_gmt":"2025-02-19T06:17:16","slug":"tabebuya-tabebuia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/tabebuya-tabebuia\/","title":{"rendered":"Tabebuya (Tabebuia)"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-group is-content-justification-center is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-23441af8 wp-block-group-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"576\" height=\"768\" src=\"https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/image-14-edited.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-129\" style=\"width:326px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/image-14-edited.jpeg 576w, https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/image-14-edited-225x300.jpeg 225w\" sizes=\"auto, (max-width: 576px) 100vw, 576px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_2275-2-768x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-135\" style=\"width:295px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_2275-2-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_2275-2-225x300.jpeg 225w, https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_2275-2-1152x1536.jpeg 1152w, https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_2275-2-1536x2048.jpeg 1536w, https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/IMG_2275-2.jpeg 1831w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Jpeg<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Klasifikasi<\/h2>\n\n\n\n<p>Kingdom : Plantae<\/p>\n\n\n\n<p>Divisi :Spermatophyta<\/p>\n\n\n\n<p>Sub Divisi:Angiospermae<\/p>\n\n\n\n<p>Kelas : Eudicots<\/p>\n\n\n\n<p>Ordo : Lamiales<\/p>\n\n\n\n<p>Famili :Bignoniaceae<\/p>\n\n\n\n<p>Genus :Handroanthus<\/p>\n\n\n\n<p>Spesies :<em>Handroanthus chrysotrichus<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Deskripsi<\/h2>\n\n\n\n<p>Tabebuya berasal dari singkatan \u201ctacyba bebuya\u201d yang berarti \u201cKayu Semut\u201d yang diibaratkan sebagai kumpulan semut yang hidup di ranting berongga. Menurut penelitian dari Science Direct, Tabebuya memiliki nama ilmiah Tabebuia namun di Indonesia pohon ini dikenal dengan sebutan tabebuya. Tabebuya adalah jenis pohon yang masuk kedalam genus Bignoniacaeae&nbsp; yaitu sebuah famili tumbuhan berbunga yang berupa semak, pohon atau tanaman yang tumbuh didaerah tropis dan subtropis. Tabebuya memiliki karakteristik yang berupa ukuran bunga yang besar, berwarna cerah dan hampir menyerupai bentuk terompet. Sekilas pohon tabebuya mirip dengan pohon sakura yang berasal dari jepang. Namun sebenarnya kedua pohon ini berbeda loh.<\/p>\n\n\n\n<p>Pohon Tabebuya berasal dari kawasan Amerika Selatan, dan banyak ditemukan di daerah Brazil dan Tiongkok. Famili Bignoniacaeae sering ini sering dimanfaatkan sebagai tumbuhan hias dan berbagai pengobatan tradisional. Karena karakteristik bunga nya yang hampir mirip sakura, tumbuhan satu ini sering disebut sebagai \u201cSakura Dari Brasil\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Karakteristik Pohon Tabebuya<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Anda yang sering menyebut pohon ini sebagai sakura ketahui berbagai karakteristik pohon tabebuya berikut untuk mengetahui ciri-ciri dan karakteristiknya<\/p>\n\n\n\n<p>Tinggi Pohon: Pohon tabebuya bisa memiliki panjang sekitar 8-10 meter, yang menjadikannya pilihan yang tepat untuk sebagai pohon yang digunakan untuk berteduh atau hanya sebagai penghias lingkungan perumahan, perkotaan atau kampus.<\/p>\n\n\n\n<p>Daun Tabebuya: Bila diamati secara dekat daun pohon tabebuya berwarna hijau gelap dan menyirip dengan ukuran yang sedang. Daunnya tergolong lebat sehingga memberikan kesan asri.<\/p>\n\n\n\n<p>Bunga Tabebuya: Bunga tabebuya memiliki bentuk menyerupai terompet dan memiliki beberapa jenis warna seperti pink dan kuning. Bunga ini biasanya akan mekar pada bulan September \u2013 Januari.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat<\/h2>\n\n\n\n<p>Tabebuya memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan, lingkungan, maupun sosial.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Manfaat kesehatan\u00a0: Membantu mengobati malaria, sifilis, infeksi kulit, gangguan perut, kanker, dan infeksi akibat bakteri atau jamur, Membantu menurunkan berat badan bagi penderita obesitas Membantu mengatasi anemia, arthritis, asma, infeksi kantung kemih dan prostat, bronkitis, diabetes, diare, eksim, psoriasis, dan lainnya, Menjaga imunitas atau daya tahan tubuh, Membantu menjaga kadar kolesterol<\/p>\n\n\n\n<p>Manfaat lingkungan : Membantu mengurangi polusi udara, Membantu mencegah erosi tanah, Menjadi habitat bagi berbagai jenis burung dan satwa lainnya.\u00a0Manfaat sosial Memperindah lingkungan desa, Menjadi tempat berkumpul dan bersantai bagi masyarakat, Menjadi simbol harapan dan perubahan bagi masyarakat.\u00a0Bunga tabebuya juga dapat diolah menjadi teh bernama lapacho atau teh Inca yang dikenal oleh penduduk asli Amerika sebagai obat tradisional.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun tabebuya dianggap aman bagi lingkungan, pertumbuhannya yang cepat memerlukan pengawasan agar tidak merusak ekosistem sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Persebaran<\/h2>\n\n\n\n<p>Pohon tabebuya (<em>Handroanthus chrysotrichus<\/em>) tersebar di berbagai negara, termasuk Brasil, Tiongkok, Indonesia, dan Karibia. Di Indonesia, pohon ini banyak ditanam di jalanan kota-kota besar, seperti Surabaya, Malang, Semarang, dan Jakarta.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/aset.dlh.tanjungpinangkota.go.id\/berita\/artikel\/82-tabebuya\">https:\/\/aset.dlh.tanjungpinangkota.go.id\/berita\/artikel\/82-tabebuya<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-green-campus-telkom-university wp-block-embed-green-campus-telkom-university\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"SwkxmUvySV\"><a href=\"https:\/\/greencampus.telkomuniversity.ac.id\/pohon-tabebuya\/\">Tabebuya: Mengenal Asal-Usul, Manfaat dan Jenisnya<\/a><\/blockquote><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"&#8220;Tabebuya: Mengenal Asal-Usul, Manfaat dan Jenisnya&#8221; &#8212; Green Campus Telkom University\" src=\"https:\/\/greencampus.telkomuniversity.ac.id\/pohon-tabebuya\/embed\/#?secret=pSF29k1sOt#?secret=SwkxmUvySV\" data-secret=\"SwkxmUvySV\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Klasifikasi Kingdom : Plantae Divisi :Spermatophyta Sub Divisi:Angiospermae Kelas : Eudicots Ordo : Lamiales Famili :Bignoniaceae Genus :Handroanthus Spesies :Handroanthus chrysotrichus Deskripsi Tabebuya berasal dari singkatan \u201ctacyba bebuya\u201d yang berarti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"single-right-sidebar","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-127","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=127"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":136,"href":"https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/127\/revisions\/136"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/smp1undaan.sch.id\/green\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}